Kurikulum dan Materi Pelajaran

Prosedur pengajaran yang dilakukan mengikuti alur yang sudah ditentukan. Setiap sesi terapi yang diberikan tercatat dan sudah terprogram, sehingga orang tua paham mengenai materi apa yang akan diajarkan kepada anaknya dan mempermudah terapis untuk menyiapkan materi serta media yang dibutuhkan.

Orang tua murid “dipaksa” untuk mengikuti perkembangan murid dan meneruskan terapi yang sudah dilaksanakan di rumah dengan menulis jurnal rumah di buku penghubung. Hal itu menjadikan terapi yang diberikan secara kontinyu dilaksanakan di rumah dan orang tua berperan aktif dalam proses terapi. Ketersediaan seorang tenaga medis, idealnya dibutuhkan bagi tempat terapi, namun EDUfa Counseling belum bekerjasama dengan profesi medis untuk memeriksakan secara berkala atau jika ada gangguan kesehatan pada murid.

Materi yang diajarkan untuk anak dengan autisme berbeda dengan anak dengan kebutuhan khusus lain. Materi yang diberikan untuk anak autisme berdasarkan kurikulum yang didesain untuk pengambilan keputusan dan evaluasi, dibuat secara hirarkis pada area,tingkat serta tahap perkembangan. Pembuatan kurikulum ini ditujukan agar terapis fokus pada area perkembangan. Anak dengan gangguan Autisme mendapatkan program kepatuhan diikuti imitasi, identifikasi, melabel dan generalisasi.

 

Untuk anak kebutuhan khusus lain, program disesuaikan dengan kebutuhan anak dan orang tua serta berdasarkan kekurangan dan gangguan pada anak.

 

Untuk metode terapi /pengajaran , menekankan strategi ABA dengan memberikan Instruksi yang spesifik untuk mengembangkan keterampilan baru (kognitif, komunikasi, bermain, sosial, adaptasi dan bantu diri) dengan langkah langkah sebagai berikut :

  1. Identifikasi keterampilan yang dituju
  2. Memecah keterampilan kompleks menjadi unit unit kecil
  3. Mengajarkan unit kecil tersebut sampai dapat dilakukan
  4. Mengulang kembali keterampilan yang sudah dikuasai pada jangka waktu tertentu
  5. Menyediakan bantuan (prompt) dan menghilangkan (fading) bantuan secara perlahan.
  6. Memberikan penguatan (reinforcements)
  7. Menggeneralisasikan keterampilan yang sudah dikuasai pada lingkungan yang ada.

Pengajaran dilakukan dengan cara role playing, modelling, one on one, interaksi pengajaran dengan tekhnik

  1. Asesmen perilaku fungsional
  2. Penguatan untuk membedakan terhadap perilaku lain (Differential Reinforcement of Other behaviour)
  3. Extinction
  4. Time Out
  5. Shaping
  6. Stimulus Control
  7. Stimulus Fading